Archive

Archive for the ‘Puisi Lantai’ Category

Laki-Laki ini

August 25, 2009 Leave a comment

Semenjak aku menjejak bumi

Harusnya hanya menangis saat terlahir saja

Justru itu tak berlaku dalam derap langkah usiaku

Setiap bertambah langkah

aku …..

ditekan, terpojok
Read more…

Categories: Puisi Lantai Tags: ,

Old Lady

August 25, 2009 Leave a comment

Bumiku makin menua

Bumiku sudah renta

Mentariku yang dulu hangat

Kini terasa menyengat
Read more…

Categories: Puisi Lantai Tags: ,

Megalomania

August 25, 2009 Leave a comment

Malamku berlalu tanpa ada untaian kata yang bisa membuat asa bergelora

Sunyi seolah enggan pergi dari hati dan urat nadi

Tegur sapa hanyalah kamuplase dari sekumpulan hipokrit sejati

Senyum dikulum hanyalah pajangan

yang dipasang dalam sebuah etalase kemunafikan
Read more…

Categories: Puisi Lantai Tags: ,

Arogansi Hati

August 25, 2009 Leave a comment

Mungkin aku harus membunuh rasa ini

Daripada hati selalu terkoyak oleh sesuatu yang kurasa hampa

Kau yang kuanggap ibarat bintang gemintang

Berkelip indah di kegelapan malam

Kau yang kuanggap ibarat mentari

Pemberi kehangatan di setiap hari

Tapi…..

Semua hanyalah fatamorgana

Tampak begitu nyata padahal tak nyata

Tampak begitu indah padahal tak indah

Tampak begitu tampak padahal tak tampak

Aku hanyalah aku

Terkurung direlung rindu

Rindu yang teramat tabu

Kamu adalah kamu

Terbuai dalam dekapan waktu

Waktu yang sudah tentu

Categories: Puisi Lantai

Sudirman (sebuah tragedi kepercayaan)

August 25, 2009 Leave a comment

Bukan Sudirman yang melawan penjajah itu

Bukan Sudirman yang berperang secara bergerilya itu

Bukan Sudirman sang jendral besar itu

Sudirman adalah guruku

Sudirman adalah pahlawanku

Sudirman adalah pembela kaum lemah

Wahai sang pembenci yang bangga dengan kesombongan diri

kau telah tikamkan belati kedalam hati

hati yang suatu saat bisa membuatmu mati berdiri

Sudirman tak kan mundur

Sudirman tak kan lari

Sudirman akan hadapi

Detak dari detik

Adalah senjata yang paling ampuh

Untuk membuktikan keyakinan hati

Categories: Puisi Lantai

Hanya Mimpi

August 25, 2009 Leave a comment

Kesunyian merayap

Segalanya senyap

Hanya aku …..

Sendiri rebah ditanah

Menghitung bintang

Tak berkedip

Membaca…

Sajak kecil untukmu

Aku bermimpi tentang kamu

Mawar merah yang indah

Menebar harum dengan senyum

Membuat hati gundah dan gelisah

Saat terjaga

Hanya sepi menanti

Membisikan sebuah nada untukku

Lalu senyap

Hilang tak kembali

Hanya mimpi

Semua …..

Hanya mimpi

Categories: Puisi Lantai

Bagai

August 25, 2009 Leave a comment

Aku bagai…

seorang musafir

Ditengah-tengah

Sebuah persimpangan

Bingung rasa tuk memilih

Jalan yang harus kutempuh

Aku bagai…

pekat sang malam

Menanti mentari pagi

Aku bagai…

Sang malam yang merindu

Datangnya terang sang siang

Hati…

Terombang-ambing

Dalam badai gelisah

Categories: Puisi Lantai