Home > Puisi Lantai > Megalomania

Megalomania

Malamku berlalu tanpa ada untaian kata yang bisa membuat asa bergelora

Sunyi seolah enggan pergi dari hati dan urat nadi

Tegur sapa hanyalah kamuplase dari sekumpulan hipokrit sejati

Senyum dikulum hanyalah pajangan

yang dipasang dalam sebuah etalase kemunafikan

Kata-kata keluar menyayat hati yang tak mengerti

Janji-janji telah mengkhianatiku

Semuanya hanyalah angin surga

Membuatku lupa …..

Membuatku buta …..

dari sebuah asa yang bernama realita

Categories: Puisi Lantai Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: